AdminWeb

You are here:
Pesantren Harus Memperhatikan 5T dalam Pengelolaan Dana BOS/PIP
Pondok Pesantren Harus Memperhatikan 5T Pengelolaan Dana BOS/PIP

Bantuan BOS dan Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan dana dari pemerintah yang disalurkan melalui suatu perencanaan dan pengelolaannya sesuai aturan yang telah ditetapkan sesuai juknis (petunjuk teknis).  Kasi Pendidikan dan Diniyah Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, H. Akhsan Muayad menyampaikan pengelolaan dana BOS/PIP agar memperhatikan 5T dalam penetapan dan penyalurannya. Apa saja itu 5T Pengelolaan dana BOS/PIP?ย  Bila dijabarkan 5T adalah tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat guna, dan tepat administrasi. โ€œKenapa harus sesuai juknis, karena dengan juknis inilah yang akan menjadi patokan tim auditor baik itu dari BPK, BPKP dan Inspektorat Jenderal dalam audit kinerja pertanggungjawaban penyaluran dana BOS/PIP,โ€œ urainya. Baca Juga: Ketentuan Zakat Profesi Youtuber dan Tiktoker Ingin Mencoba Aplikasi Keuangan Pesantren? Coba demo GRATIS di demo.epesantren.co.id

Selengkapnya
Anda Administrator di Pesantren? Gunakan Aplikasi Pesantren
Anda Administrator di Pesantren? Gunakan Aplikasi Pesantren untuk Kemudahan Tugas Anda

Administrator adalah orang yang mengelola kegiatan administrasi di lembaga, termasuk lembaga sekolah. Suatu lembaga berjalan dengan baik atau tidak dapat dilihat dari tata kelola administrasinya.  Seorang administrator atau tata kelola administrasi ini berada di naungan Tata Usaha (TU) sebagai pelaksana teknis penyelenggaraan administrasi dan informasi sekolah. Semakin lengkap data yang dikelola administrator maka pelayanan yang diberikan pesantren ke warga pesantren (santri, pengajar, pengelola pondok, wali santri, dan masyarakat umum) akan semakin baik. Selain itu, data yang lengkap dan akurat juga dapat digunakan pimpinan untuk mengambil keputusan secara tepat. Oleh karenanya, seorang administrator harus memiliki kecakapan dalam mengelola administrasi di pondok pesantren. Tugas Pokok seorang Administrator Pesantren Tugas pokok seorang administrator pesantren adalah melakukan ketatausahaan pesantren dan bertanggung jawab kepala Kepala Tata Usaha. Berikut beberapa tugas seorang administrator. a. Urusan Administrasi Pesantren Pada pengurusan administrasi pesantren pada umumnya berkaitan dengan penyusunan program kerja, pengelolaan keuangan, administrasi ketenagaan dan siswa, penyusunan administrasi perlengkapan pesantren, penyusunan dan penyajian data/statistik pesantren, dan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan ketatausahaan secara berkala b. Urusan Administrasi Kepegawaian Seorang administrator yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian bertugas untuk mengisi buku induk pegawai, membuat Daftar Urut Kepangkatan (DUK) PNS, membuat daftar hadir guru/pegawai, membuat daftar gaji, menyimpan berkas data dan arsip pegawai, dan tugas lainnya. Baca Juga: Rumus Dasar Excel yang Berguna untuk Admin Pesantren c. Urusan Administrasi Kesantrian Tugas administrator khususnya administrasi kesantrian berkaitan dengan membuat nomor induk, mengisi buku induk, mengisi buku mutasi, membuat daftar santri perkelas, santri perkamar, menyimpan data alumni, rekap presensi santri, pendataan santri baru, menyiapkan surat izin keluar masuk, membuat surat keterangan dan mutasi santri, dan kegiatan kesantrian lainnya.  d. Urusan Administrasi Keuangan Administrator yang bertanggung jawab dalam administrasi keuangan memiliki tugas menyimpan dokumen, rekening giro atau bank, mengajukan pembayaran, membuat laporan  penggunaan keuangan, menyimpan arsip dan SPJ keuangan, dan tugas lainnya.  Aplikasi Pesantren Permudah Tugas Administrator Tugas seorang administrator bukan hanya satu, tetapi banyak bagian yang perlu dikerjakan seorang administrator pesantren. Oleh karena itu, penting untuk mengutamakan pekerjaan yang efisien. Ada dua cara yang dapat digunakan untuk membuat pekerjaan administrator menjadi lebih efisien. Pertama dengan menambah SDM dan kedua menggunakan bantuan teknologi. Sebelum mengambil keputusan perlu pertimbangan yang matang. Salah satunya adalah anggaran lembaga. Bila lembaga ingin menghemat anggaran, maka opsi kedua akan lebih membantu. Pasalnya, dengan menggunakan teknologi biaya yang dikeluarkan tidak sebanyak dengan menambah SDM. Bila pihak lembaga mampu mencari-cari teknologi apa yang dapat membantu efisiensi pekerjaan dan murah maka bisa menggunakan Aplikasi Pesantren. Aplikasi Pesantren merupakan sebuah aplikasi online yang diperuntukan bagi lembaga sekolah demi membantu manajemen dan administrasinya menjadi lebih profesional dan melek terhadap digitalisasi. Untuk melihat layanan dan keunggulan Aplikasi Pesantren Anda dapat mengunjungi website kami di epesantren.co.id atau  Coba demo aplikasinya secara GRATIS di demo.epesantren.co.id

Selengkapnya
Ketentuan Zakat Profesi YouTuber dan Tiktoker
Ketentuan Zakat Profesi Youtuber dan Tiktoker

Sekarang ini seluruh kegiatan yang dilakukan oleh manusia sulit terlepas dari penggunaan teknologi digital.  Perkembangan teknologi ini menyentuh seluruh lapisan masyarakat dalam seluruh aspek kehidupan. Terlebih saat ini banyak pekerjaan yang dilakukan melalui internet seperti youtuber, blogger, ataupun tiktoker yang mendapat penghasilan dari dunia maya atau sosial media.  Lalu, apakah orang-orang dengan pekerjaan yang menghasilkan uang dari internet wajib mengeluarkan zakat mal? Berbicara tentang penghasilan atau profesi tentu akan berkaitan dengan salah satu jenis zakat yaitu zakat mal atau zakat penghasilan. Zakat penghasilan telah dikemukakan oleh beberapa ulama kontemporer bahwa hakikat lahirnya kewajiban zakat penghasilan ini adalah sebagai bentuk keadilan dalam syariat Islam. Ketentuan Zakat Penghasilan Perkembangan teknologi menjadikan sumber penghasilan baru. Banyak generasi muda memanfaatkan internet sebagai media untuk menghasilkan uang. Profesi yang berkaitan dengan internet pun bermunculan seperti programer, desainer web, blogger, youtuber, tiktoker, dan pekerjaan lainnya. Baca Juga: 6 Peran Guru untuk Menciptakan Lingkungan Belajar Efektif Berbagai jenis profesi di atas sifatnya tidak mengikat dan bebas dikerjakan dimanapun sehingga banyak digandrungi generasi muda. Penghasilan dari internet ini tentu sama halnya dengan profesi lainnya seperti dokter, pengacara, pengusaha, dan sebagainya. Oleh karena itu, penghasilan seseorang dari internet tetap wajib untuk dikeluarkan zakatnya. Allah SWT berfirman,  ูŠูฐู“ุงูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุงูฐู…ูŽู†ููˆู’ู“ุง ุงูŽู†ู’ููู‚ููˆู’ุง ู…ูู†ู’ ุทูŽูŠูู‘ุจูฐุชู ู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจู’ุชูู…ู’ ูˆูŽู…ูู…ูŽู‘ุข ุงูŽุฎู’ุฑูŽุฌู’ู†ูŽุง ู„ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู‘ู†ูŽ ุงู„ู’ุงูŽุฑู’ุถู โ€œWahai orang-orang yang beriman nafkahkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu โ€ฆโ€ (QS Al Baqarah [2]: 267). ุฎูุฐู’ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูู‡ูู…ู’ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู‹ ุชูุทูŽู‡ูู‘ุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุชูุฒูŽูƒูู‘ูŠู‡ูู…ู’ ุจูู‡ูŽุง โ€œAmbillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan merekaโ€. (QS At Taubah: 103) Penghasilan seseorang dari internet, dalam bidang yang dihalalkan oleh syariat Islam, tetap harus dikeluarkan zakatnya. Hal ini sesuai dengan pemikiran Yusuf Qardhawi seorang ulama fiqih modern yang mendukung adanya zakat profesi. Inti pemikiran beliau, bahwa penghasilan atau profesi wajib dikeluarkan zakatnya pada saat diterima, jika sampai pada nishab setelah dikurangi hutang. Nishab zakat profesi disamakan dengan hasil panen yaitu sekitar 520 kg beras. Apabila nilai beras saat ini adalah Rp4.000/Kg maka nishab zakat profesi adalah Rp2.080.000 dan harta yang dikeluarkan disamakan dengan zakat emas yaitu 2,5%. Jadi, kesimpulannya Zakat Youtuber dan Tiktoker adalah sama dengan zakat profesi lainnya. Demikian penjelasan ringkas tentang zakat profesi yang menjadikan internet sebagai sumber penghasilan, baik youtuber, blogger, web designer, podcaster, influencer, tiktoker, dan lainnya. Semoga bermanfaat ๐Ÿ™‚ Info Menarik Lainnya Kunjungiย epesantren.co.id Ingin Mencoba Aplikasi Keuangan Pesantren? Coba demo GRATIS di demo.epesantren.co.id

Selengkapnya
6 Peran Guru untuk Menciptakan Lingkungan Belajar Efektif
6 Peran Guru untuk Menciptakan Lingkungan Belajar Efektif

Peran seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar tidak hanya memberikan materi pembelajaran berdasarkan kurikulum. Guru merupakan seseorang yang mampu mengelola dan menciptakan lingkungan belajar yang baik. Dengan lingkungan belajar yang baik, diharapkan hasil belajar peserta didik berada pada tingkat optimal. Ada 6 peran guru untuk menciptakan lingkungan belajar efektif. Guru sebagai Pengelola Kelas Guru sebagai pengelola kelas berperan mengatur dan mengawasi kegiatan-kegiatan belajar terarah pada tujuan pendidikan. Kegiatan mengatur dan mengawasi lingkungan belajar turut menentukan sejauh mana baiknya lingkungan belajar tersebut. Lingkungan yang baik bersifat menguatkan keinginan peserta didik untuk belajar, memberikan rasa aman, dan kepuasan dalam mencapai tujuan belajar. Tujuan umum pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk berbagai kegiatan belajar dan mengajar agar tercapai mencapai hasil yang baik. Kemudian, tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Guru sebagai Fasilitator Kegiatan belajar mengajar akan terhambat bila tidak ada fasilitas. Di sini fasilitas bukan hanya tools belajar seperti buku, papan tulis, atau semacamnya, tetapi guru juga ikut berperan menjadi fasilitator.ย  Baca Juga: Permudah Administratif Guru dengan Jurnal Mengajar Online Guru sebagai fasilitator bertanggung jawab atas berjalannya proses pembelajaran, suasana kelas yang nyaman, cara penyampaian materi yang mudah dimengerti santri, dan pemilihan bahan ajar yang sesuai dengan setiap mata pelajaran. Contohnya, bila kelas 6, 9, dan 12 akan melaksanakan ujian sekolah untuk menentukan kelulusan. Guru sebagai seorang fasilitator dapat membuat kelas tambahan agar santri dapat mempelajari materi lebih dalam.ย  Guru sebagai Mediator Sebagai seorang mediator, guru menjadi perantara dalam komunikasi/hubungan antar manusia. Untuk itu, guru harus memahami bagaimana orang berinteraksi dan berkomunikasi. Hal tersebut diperlukan agar guru mampu menciptakan kualitas pembelajaran yang interaktif secara maksimal. Ada tiga macam kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru, yaitu mendorong berlangsungnya tingkah laku sosial yang baik, mengembangkan gaya interaksi pribadi, dan menumbuhkan hubungan positif dengan para peserta didik. Contohnya, saat santri mengalami kesulitan di tengah diskusi, guru sebagai mediator wajib mengarahkan santrinya menemukan kesimpulan. Hal ini akan meningkatkan inisiatif santri untuk menemukan jawaban tanpa diberitahu langsung.ย  Guru sebagai Motivator Guru sebagai seorang motivator hendaknya mendorong santri untuk semangat dan aktif belajar. Memotivasi santri dapat dilakukan dalam beberapa cara. Pertama, karakter mengajar seorang guru dapat mempengaruhi minat belajar santri. Santri lebih menyukai guru yang menyenangkan, tidak menekan, dan menjelaskan materi dengan metode yang mudah dipahami. Contoh karakteristik guru seperti itu akan meningkatkan minat belajar santri. Kedua, memberikan pujian terhadap santri yang berhasil mengerjakan tugas atau project dengan baik. Bila ada santri yang kurang bersemangat berikan penguatan motivasi dan tumbuhkan percaya diri mereka. Ketiga, ceritakan kisah-kisah inspiratif dari seorang tokoh untuk mengejar cita-cita atau tentang kegigihan mereka. Bisa pula ajak santri untuk menonton film yang menggugah motivasi mereka. Film-film yang berkaitan dengan perjuangan meraih cita-cita, atau sekedar hiburan mendidik. Manusia cenderung mengulangi hal-hal yang memiliki konsekuensi menyenangkan, dengan diberikan tayangan penuh motivasi, maka santri tertarik untuk lebih giat dalam belajar untuk meraih mimpinya. Guru sebagai Informator Sebagai informator, guru merupakan sumber informasi pertama di sekolah baik informasi akademik maupun umum. Guru harus siap dengan pengetahuan yang berkualitas dan berwawasan luas tentang keilmuannya ataupun informasi terkini. Contohnya seperti guru mengikuti pelatihan, workshop, pembekalan kurikulum, membaca lebih banyak, dan juga harus berkoordinasi menginformasikan perkembangan tiap santri pada wali murid. Itu tadi 6 peran guru untuk menciptakan lingkungan belajar efektif. Semoha bermanfaat ๐Ÿ™‚ Ingin Mencoba Aplikasi Keuangan Pesantren? Coba demo GRATIS di demo.epesantren.co.id

Selengkapnya
Permudah Administratif Guru dengan Jurnal Mengajar Online

Permudah Administratif Guru dengan Jurnal Mengajar Online Sekarang ePesantren sudah dilengkapi dengan Fitur โ€œJurnal Mengajarโ€. Semakin mudah melakukan kegiatan administratif guru dalam satu aplikasi. Guru tidak repot mengisi jurnal manual, cukup mengisi dalam aplikasi ePesantren. Jurnal dapat dicetak otomatis ๐Ÿ‘ Tertarik? Segera hubungi admin kami ya ๐Ÿ™‚ Info Selengkapnya:WhatsApp : wa.me/6285701303000IG l FB l YT :ย @epesantrenWebsite : epesantren.co.id

Selengkapnya
Spesial Ramadhan: ePesantren Bagi-Bagi THR

Siapa yang ingin kelola manajemen pesantren secara digital?Sini-sini, MinePe kasih tau, mumpung ada penawaran spesial. TRAKTIRAN HARI RAYA Berlangganan ePesantren sekarang dan dapatkan bonus lainnya: โœ… Berlangganan 1 Tahun CUMA BAYAR 10 BULANโœ… 25% Diskon Websiteโœ… FREE Starter Pack 50++ Desain PSB/PPDB NB:– Promo untuk Pelanggan Baru dan Pelanggan Lama– Untuk Pelanggan Lama, berlaku akumulasi aktivasi—————————————————-Segera dapatkan THR-nya !Hubungi kami di :Telp/WhatsApp : wa.me/6285701303000 Atau coba demonya dulu di demo.epesantren.co.id Info Lainnya:– Website : epesantren.co.id– FP| IG|YT :@epesantren

Selengkapnya
Tahukah Anda Lembaga Pendidikan Masa Rasulullah SAW?
Sudah Tahukah Anda Lembaga Pendidikan Masa Rasulullah SAW? Simak Penjelasannya

Pada masa Rasulullah SAW terdapat beberapa lembaga yang menjadi sentral pendidikan. Lembaga pendidikan tersebut sebagai berikut: Lembaga Pendidikan pada Masa Rasulullah SAW Dar al-Arqam Pada awal dakwahnya di Kota Mekah. Rasulullah melakukannya secara sembunyi-sembunyi dan dimulai dari keluarga dekatnya. Berlokasi di rumah al-Arqam bin Abi al-Arqam, Rasulullah SAW mengajar wahyu yang telah beliau terima kepada umat muslim. Selain itu, Rasulullah membimbing umatnya untuk menghafal, menghayati, dan mengamalkan ayat-ayat suci Al-Qurโ€™an yang telah Allah turunkan kepada Rasulullah SAW. Masjid Sesampainya Rasulullah di Madinah, hal pertama yang dilakukan adalah membangun masjid. Masjid berfungsi sebagai tempat ibadah, penyebaran dakwah, pembelajaran ilmu Islam, pertemuan pemimpin Islam, dan kegiatan lainnya. Pusat pendidikan setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah adalah masjid. Masjid pertama yang menjadi lembaga pendidikan adalah masjid Quba. Halaqah menjadi sistem pendidikan yang diterapkan Rasulullah SAW di masjid adalah menjadikannya sebagai tempat penyebaran ilmu dan pengetahuan.  Pada sistem pendidikan halaqah, pendidik memberikan pelajaran dengan duduk di tengah dikelilingi oleh peserta didiknya. Baca Juga: 6 Keunggulan Menggunakan Aplikasi Berbasis Web untuk Sekolah Al-Suffah Al-Suffah merupakan ruang atau bangunan yang bersambung dengan masjid. Salah satu masjid yang memiliki suffah adalah masjid Nabawi. Bangunan tersebut dijadikan oleh para sahabat sebagai semacam asrama. Menurut sebagian ahli, suffah dianggap sebagai universitas Islam pertama. Al-Kuttab Al-Kuttab merupakan sejenis tempat belajar di dunia Islam. Awalnya, kuttab memiliki berfungsi sebagai tempat membaca dan menulis untuk anak-anak. Kurikulum yang diajarkan dalam Al-Kuttab adalah menulis, membaca, menghafal Al-Qurโ€™an, dan kaligrafi. Pendidikan Al-Kuttab adalah pendidikan dasar seperti TPA/TQA, TK/RA, hingga SD/MI. Tetapi dengan waktu kelulusan setiap anak tidaklah sama. Sistem pendidikan pada masa Rasulullah yang telah diaplikasikan lewat lembaga pendidikan Islam tersebut belum mengeluarkan pengakuan kelulusan, seperti gelar ataupun ijazah. Nilai tertinggi para murid terletak pada ketaqwaan. Dengan ketaqwaan akan terlahir generasi Salaf al shalih atau generasi Islam terbaik. Sumber: Detik.com – (Berdasarkan Buku Manajemen Pendidikan Rasulullah oleh Dr. Murni, M. Pd., dkk) Ingin Mencoba Aplikasi Keuangan Pesantren? Coba demo GRATIS di demo.epesantren.co.id

Selengkapnya
Pentingnya Digitalisasi bagi Pesantren
Pentingnya Digitalisasi bagi Pesantren

Pentingnya digitalisasi bagi Pesantren di era digital 4.0 menjadi salah satu PR dan upaya yang harus dilakukan oleh semua pesantren. Selain untuk branding bagi pesantren itu sendiri, digitalisasi pada pesantren juga bertujuan untuk memberitahukan kepada seluruh masyarakat bahwa pendidikan itu penting dan salah satu pencetak generasi yang unggul terutama di bidang akademik, kemandirian, sopan santun, dan kehidupan sosial bermasyarakat. Banyak upaya untuk mendigitalisasi pesantren seperti mengikuti zaman dengan membuat sosmed dan juga website guna penyebaran informasi dan branding pesantren. Atau pun menggunakan aplikasi pendukung seperti aplikasi absensi, aplikasi surat keluar masuk, maupun aplikasi keuangan seperti contohnya ePesantren. Selain sarana penyebaran dan branding, aplikasi pendukung dapat membantu pekerjaan di Sekolah lebih cepat, akurat, dan lebih mudah, selain itu dalam proses digitalisasi penggunaan kertas bisa lebih di tekan lagi, yang dulunya penggunaan kertas sangat krusial dengan digitalisasi, pesantren membantu untuk menyelamatkan bumi dengan menekan angka penggunaan kertas. Sistem ini memiliki tujuan untuk membantu serta mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga pesantren dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik dan efektif. Sehingga pengelolaan administrasi yang memakan waktu, tenaga, dan pikiran akan dapat teratasi. Berikut kemudahan yang didapat, apabila lembaga pesantren menggunakan digitalisasi  Kemudahan Bila Sistem Pesantren Terdigitalisasi Adanya Sinkronisasi data Sinkronisasi data adalah suatu proses secara bersama-sama dan saling berbagi data bersama. Sinkronisasi data sangat diperlukan untuk semua lembaga, termasuk lembaga pesantren. Pesantren memiliki banyak data yang perlu diurus dan disimpan dengan baik. Serta diperlukan kesinkronan dalam datanya. Pesantren memiliki santri, ustadz, ustadzah, dan pengurus lain yang jumlahnya tidak sedikit. Maka dari itu, kegiatan manajemen selain dilakukan di manajemen pusat biasanya akan ditugaskan pada masing-masing divisi. Untuk menyinkronkan data antara divisi dan manajemen pusat diperlukan sebuah sistem salah satunya ePesantren.  Dengan ePesantren, data dari masing-masing divisi dan data manajemen pusat akan tetap selaras. Sehingga memudahkan kedua manajemen dalam memperoleh data terbaru. Baca Juga: 6 Keunggulan Menggunakan Aplikasi Berbasis Web untuk Sekolah Memudahkan Komunikasi dan Berbagi Informasi Adanya sistem ePesantren ini membuat bagian administrasi pesantren tidak perlu lagi menghubungi ustadz atau ustadzah untuk meminta setoran hafalan ataupun presensi karena semua data sudah dapat diakses dalam satu aplikasi sehingga memudahkan komunikasi antar bidang atau divisi. Rekomendasi Aplikasi untuk Digitalisasi Untuk mendapatkan seluruh keuntungan dengan harga terjangkau, Anda perlu memilih aplikasi yang tepat. Salah satu aplikasi yang direkomendasikan adalah aplikasi ePesantren. ePesantren merupakan solusi administrasi pesantren online yang terdiri dari beberapa modul aplikasi untuk membantu lembaga pendidikan atau yayasan dalam mengelola seluruh kegiatan administrasi serta aset yang dimiliki. ePesantren didesain sesuai dengan kebutuhan lembaga atau yayasan pada umumnya dan dapat di custom sesuai kebutuhan. Sehingga pesantren atau yayasan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing dengan teknologi informasi. Kunjungi epesantren.co.id untuk mendapat keunggulan dan layanan lainnya. Apabila masih ragu dengan fitur dan kualitas yang diberikan, maka Anda bisa melakukan uji coba aplikasi secara gratis di demo.epesantren.co.id.

Selengkapnya
6 Keunggulan Menggunakan Aplikasi Berbasis Web untuk Sekolah

Seiring dengan perkembangan zaman, aplikasi berbasis desktop sudah mulai ditinggalkan. Sekarang ini masyarakat sudah mulai beralih ke aplikasi berbasis website. Aplikasi Web Mendengar kata aplikasi, mungkin akan langsung terbayang bahwa aplikasi adalah software yang perlu di instal di desktop. Padahal pada kenyataannya, aplikasi tidak selalu terinstal untuk dapat digunakan. Salah satu contohnya adalah aplikasi web. Aplikasi web adalah sebuah program atau aplikasi yang dapat diakses dengan web browser.  Seiring dengan perkembangan zaman, aplikasi berbasis desktop sudah mulai ditinggalkan. Sekarang ini masyarakat sudah mulai beralih ke aplikasi berbasis website. Lalu keunggulan apa yang Anda peroleh bila menggunakan aplikasi berbasis website? Simak    Ketika mendengar kata โ€œaplikasiโ€, kamu mungkin langsung membayangkan sebuah software yang kamu install di PC atau smartphone. Padahal, aplikasi tidak harus selalu di-install untuk dapat digunakan. Komparasi antara website dan aplikasi dekstop Aspek Analisa Aplikasi Berbasis Desktop Aplikasi Berbasis Web Grafis Tingkat grafis ditentukan oleh kebutuhan grafis aplikasi desktop tersebut. Butuh spesifikasi yang tinggi. Grafis yang digunakan tidak begitu tinggi. Dukungan Sistem Operasi Tidak semua aplikasi desktop dapat berjalan di semua Sistem Operasi. Dapat berjalan disemua Sistem Operasi, yang terpenting adalah jalur koneksi jaringan baik internet maupun intranet. Penggunaan Jaringan Tidak terlalu membutuhkan jaringan karena sistem tertanam secara mandiri pada setiap komputer. Sangat membutuhkan jaringan karena data tersimpan pada server. Sentralisasi Data Data tersimpan pada setiap komputer. Data tersimpan pada server. Popularitas Aplikasi Berbasisi Desktop banyak digunakan sebelum adanya smartphone, namun sekarang popularitasnya mulai meredup. Aplikasi Berbasis Web untuk saat ini lebih banyak digunakan. Lisensi Kebanyakan Aplikasi Berbasis Desktop dikembangkan dari bahasa pemrograman yang memerlukan lisensi untuk menggunakannya. Aplikasi Berbasis Web dikembangkan pada bahasa pemrograman sumber terbuka (Open source). sumber tabel: sekawanmedia Keunggulan Menggunakan Aplikasi Berbasis Web 1. Mudah Dikembangkan Dengan bahasa pemrograman yang sangat banyak, maka perkembangan sebuah aplikasi menjadi lebih mudah. Apabila nantinya ada pembaharuan, maka Anda tidak perlu update aplikasi. Pengembang aplikasi akan meng-update melalui server dan semua user akan langsung mendapat aplikasi web yang terbaru. 2. Mudah Diakses Aplikasi berbasis web sangat mudah untuk diakses karena tidak perlu instal aplikasi seperti di gawai untuk membukanya. Cukup membutuhkan jaringan internet, Anda dapat mengakses aplikasi melalui browser. 3. Diakses di Berbagai Perangkat Tidak terbatas pada PC saja, aplikasi web dapat diakses melalui gawai ataupun tablet yang memiliki koneksi internet. Sehingga memudahkan pengguna yang memiliki mobilitas tinggi. 4. Responsive Maksud dari responsive disini adalah tampilan dalam aplikasi akan menyesuaikan dengan perangkat. Jadi, tampilan aplikasi tidak berubah meskipun perangkatnya berbeda. 5. Murah dan Powerful Saat menggunakan aplikasi dan perangkat lunak berbasis dekstop, maka perlu mempertimbangkan dari segi kekuatan mesin yang digunakan. Terkadang pembaruan aplikasi membutuhkan kemampuan pada hardware.  Tentu saja hal ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Berbanding terbalik kita menggunakan aplikasi website yang dapat diakses di berbagai perangkat. Hal tersebut terjadi karena aplikasi berbasis web lebih ringan dibandingkan dengan aplikasi desktop. 6. Hemat Penyimpanan Aplikasi website tidak menghabiskan penyimpanan pada perangkat Anda karena langsung terhubung ke penyimpanan cloud. Maksud dari penyimpanan cloud adalah media penyimpanan file berbasis daring atau digital yang mengandalkan koneksi internet untuk akses data. Hal itu, tentu memudahkan staf karena tidak perlu lagi menyimpan data secara manual, semua akan tersimpan dalam sistem. Salah satu aplikasi berbasis web yang dapat memudahkan kegiatan mengatur manajemen di sekolah pesantren adalah ePesantren. Pada dasarnya ePesantren merupakan aplikasi berbasis web dan memiliki keunggulan notifikasi WhatsApp serta Android untuk wali santri. Sehingga, wali dapat memantau informasi tentang anak dan kegiatan pesantren dalam genggamannya. Bila Anda tertarik dengan ePesantren, Anda dapat menghubungi CP di bawah untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap. Atau coba demo aplikasi secara gratis di demo.epesantren.co.id Info Lainnya Hubungi: Telp/WhatsApp : wa.me/6285701303000 IG, FB, YT : @epesantren

Selengkapnya
Penerapan Tata Kelola Keuangan Pesantren yang Baik
Penerapan Tata Kelola Keuangan Pesantren yang Baik

Tata kelola keuangan pesantren adalah cara bagaimana pesantren mengelola dan mengatur sumber daya keuangan yang dimilikinya untuk mencapai tujuan dan keberlangsungan operasionalnya. Hal ini meliputi pengelolaan dana dari sumber-sumber yang berbeda, seperti dana dari donatur, dana dari santri, dan dana dari kegiatan ekonomi yang dijalankan oleh pesantren. Tata kelola keuangan yang baik dapat memastikan bahwa pesantren dapat beroperasi dengan efisien dan transparan, serta dapat menjamin keberlangsungan operasional pesantren dalam jangka panjang. Cara Mengelola Keuangan dengan Baik 1. Melakukan Perencanaan Keuangan Perencanaan keuangan merupakan hal yang penting dalam mengelola keuangan pesantren. Perencanaan ini dapat dilakukan dengan menentukan tujuan keuangan, menetapkan anggaran, dan menentukan sumber pendapatan. Hal tersebut perlu dilakukan agar keuangan pesantren dapat terkontrol, sehingga operasional dapat berjalan dengan lancar. 2. Mengelola Sumber Pendapatan Sumber pendapatan yang dapat digunakan dalam mengelola keuangan pesantren antara lain dari donasi, beasiswa, program kerja sama dengan pihak lain, dan dari hasil usaha pesantren. Tidak sedikit pesantren yang memiliki unit usahanya sendiri, seperti kantin, laundry, membuka berbagai jenis toko, dan lain sebagainya. Tentu hal tersebut akan menghasilkan uang lebih demi optimalisasi operasional pesantren. Baca Juga: Keuangan Pesantren Digital Permudah Tugas Bendahara Pesantren 3. Mengelola Pengeluaran Pengeluaran harus dikelola dengan baik agar dapat digunakan sesuai dengan tujuan keuangan yang telah ditentukan. Pengeluaran memang harus dikelola dengan efisien dan efektif dengan mengerti arah pengeluaran, maka dapat mengoptimalkan penganggaran pada sektor yang dimaksud di tahun depan. 4. Melakukan Pengawasan dan Evaluasi Pengawasan dan evaluasi harus dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi keuangan pesantren dan mengambil tindakan yang diperlukan. 5. Melakukan Transparansi Transparansi merupakan hal yang penting dalam mengelola keuangan pesantren. Informasi keuangan harus dapat diakses oleh semua pihak yang berkepentingan. 6. Melakukan Inovasi Melakukan inovasi dalam mengelola keuangan pesantren dapat meningkatkan pendapatan dan mengurangi pengeluaran. Inovasi dapat dilakukan dengan cara mencari sumber pendapatan baru atau mengoptimalkan sumber pendapatan yang ada. 7. Menggunakan Aplikasi Keuangan Pesantren Untuk menerapkan tata kelola keuangan yang baik maka diperlukan sebuah sistem aplikasi keuangan pesantren yang dapat memudahkan. Dengan menggunakan aplikasi keuangan pesantren, lembaga dapat mengelola keuangan seperti mengelola pengelolaan, pengawasan, dan transparansi arus keuangan. Aplikasi ini juga memudahkan untuk pimpinan yayasan atau kepala madrasah untuk melihat analisa dan performance keuangan madrasah. Bila ingin mencoba aplikasi keuangan Pesantren Anda bisa klik link di bawah demo.epesantren.co.id

Selengkapnya