mengelola keuangan pesantren

Bye Ribet, kelola keuangan Praktis! ePesantren: Solusi Cerdas mengelola Keuangan Pesantren

Mengelola Keuangan Pesantren dengan ePesantren pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia memiliki ciri khas yang unik dan menarik untuk selalu dikaji.  Dengan model  Islam Nusantara yang sedang dikembangkan di Indonesia, pesantren adalah  salah satu pihak yang memiliki peranan penting. Pesantren yang awalnya hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan alternatif, saat ini dipandang sebagai lembaga pendidikan solutif dan substantif. Pesantren dianggap satu satunya lembaga pendidikan yang eksis membentuk karakter dan kepribadian penerus bangsa. Tentu karena pesantren adalah lembaga pendidikan pasti ada proses kegiatan mengatur keuangan. Kegiatan ini mencakup perencanaan, perorganisasian, pelaksanaan sampai dengan pengawasan. Dalam manajemen keuangan di pesantren dimulai dengan perencanaan anggaran sampai dengan pengawasan dan pertanggungjawaban keuangan. Pengelolaan keuangan yang baik adalah kunci keberhasilan operasional pesantren. Sebagai lembaga pendidikan yang sering kali tidak berorientasi pada keuntungan, pesantren harus bisa dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran agar tetap bisa memberikan pelayanan dan pendidikan yang baik bagi para santri. Cara Mengelola Keuangan Pesantren Secara Efektif Perencanaan Anggaran yang Matang Membuat rencana anggaran tahunan adalah langkah pertama yang penting dalam pengelolaan keuangan di pesantren. Dengan memiliki perencanaan anggaran yang matang, pesantren dapat mengalokasikan dana dengan tepat sesuai dengan kebutuhan dan prioritas yang dibutuhkan oleh pesantren.   Penggunaan ePesantren: ePesantren merupakan solusi modern untuk membantu pesantren mengelola keuangan dengan lebih efisien. Aplikasi ini menyediakan fitur-fitur seperti pencatatan transaksi keuangan, pembuatan laporan keuangan, dan manajemen inventaris yang dapat memudahkan proses pengelolaan keuangan pesantren.   Transparansi dan Akuntabilitas: Penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan pesantren. Hal yang dapat dilakukan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas adalah dengan menyediakan laporan keuangan yang jelas dan terperinci kepada pihak yang berkepentingan seperti dewan pengawas, donatur, dan masyarakat.   Pendanaan dan Penggalangan Dana: Selain mengatur pengeluaran, pesantren juga perlu memperhatikan pendanaan dan penggalangan dana. Hal ini bisa dilakukan melalui program-program penggalangan dana, kerja sama dengan pihak-pihak eksternal, atau memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan pesantren.   Pengembangan Sumber Daya Manusia: Investasi dalam pengembangan sumber daya manusia juga merupakan bagian penting dari pengelolaan keuangan di pesantren. Melalui pelatihan dan pengembangan yang tepat, staf dan guru pesantren dapat meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan yang diberikan kepada santri dengan lebih baik. Pengembangan Infrastruktur: Memprioritaskan pengembangan infrastruktur seperti perbaikan gedung, pembelian peralatan pendukung pembelajaran, dan fasilitas sanitasi untuk pesantren juga merupakan langkah penting yang bisa dilakukan dalam pengelolaan keuangan pesantren.   Dengan mengimplementasikan pengelolaan keuangan yang efektif, pesantren dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas bagi para santri. Dengan bantuan ePesantren, proses pengelolaan keuangan pesantren dapat menjadi lebih efisien dan transparan. ======================================================================================================================= Ingin mengetahui fitur dan keunggulan lain dari ePesantren? Kunjungi epesantren.co.id atau Anda bisa mencoba gratisnya di demo.epesantren.co.id Hubungi Admin Kami +62 857-0130-3000 +62 878-3034-3000

Pelopor Pesantren Perempuan di Jawa Timur

Pelopor Pesantren Perempuan di Jawa Timur

Pondok Denanyar menjadi salah satu bukti kebangkitan para santri putri. Pesantren ini menjadi pelopor pesantren perempuan di Jawa Timur. Pada tahun 1917, Mbah Bisri atau KH. Bisri Syansuri dan Nyai Nur Khadijah mendirikan Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar sepulang dari Mekah. Di usia yang terbilang muda yaitu 30 tahun, Mbah Bisri memiliki dobrakan yang luar biasa dengan mendirikan kelas khusus putri di Denanyar. Langkah besar ini dinilai tidak biasa di kalangan ulama Indonesia.  Pada tahun tersebut kelas untuk perempuan masih dianggap aneh, meskipun sudah ada sekolah untuk perempuan yang bermunculan di kota-kota besar Hindia Belanda. Mulai dari Sakola Istri di Bandung (1904) yang didirikan oleh Dewi Sartika, Sekolah Kartini di Semarang (1912), dan Diniyah Putri di Padang Panjang (1923). Baca Juga: Tiga Tahap Manajemen Keuangan Pondok Pesantren Pendirian pondok pesantren putri ini tidak terlepas dari pantauan guru Mbah Bisri yaitu K.H M. Hasyim Asy’ari. Beliau tidak melarang, tidak juga merasa keberatan dari apa yang dilakukan oleh muridnya.  Santri putri dari pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar merupakan tetangga sekitar Mbah Bisri Mereka mengenakan identitas khusus saat di pesantren yaitu atasan kebaya dan bawahan sewek, serta kerudung yang hanya diselempangkan untuk menutupi rambut.  Pada tahun 1927 pesantren ini menerima santri putri dari berbagai daerah secara terbuka.Puncaknya pada tahun 1930, Mbah Bisri mendirikan Madrasah Diniyah Putri Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar. Upaya Mbah Bisri dalam mendirikan pesantren putri adalah terobosan penting untuk kemajuan pendidikan kaum perempuan. Ijtihad ini kemudian dilanjutkan oleh Nyai Musyarofah, putri Mbah Bisri, dengan mendirikan pesantren putri di Tambakberas tahun 1951. Ingin Mencoba Aplikasi Keuangan Pesantren? Coba demo GRATIS di demo.epesantren.co.id

Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Tuban

Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Tuban

Pada tahun 1987, Para warga sekitar desa sendang meminta kepada Syaikhina KH. Nashiruddin Qodir untuk mengajar ngaji, lalu beliau menyanggupi dan pada hari Ahad pahing, tanggal 06 Rajab 1498 H / 24 April 1988 M dibangunlah sebuah bangunan diatas tanah yang berukuran 17 x 19 m yang digunakan untuk pengajian kitab. Tetapi kegiatan pengajian tersebut belum lama berjalan, datanglah beberapa Santri dari luar daerah untuk belajar kepada Beliau sekaligus meminta bermukim. Sebelumnya Syaikhina tidak berkenan menampung para santri, karena telah ada pondok di sekitarnya yang diasuh oleh Romo Kyai H. Ahmad Shiddiq, akan tetapi lama kelamaan santri yang dating dari luar daerah semakin banyak, maka dengan keikhlasan hati, Beliau menerima Para santri untuk mondok kepada Beliau. Maka dengan persetujuan dan dorongan dari masyarakat sekitar, pada tahun 1988 M berdirilah pondok dengan nama “ Pondok Pesantren Putra Putri dan Majlis Ta’lim (PPM) Daruttauhid Al-Alawi” dengan memfungsikan bangunan lantai 2 tepatnya di atas Majlis ta’lim sebagai tempat bermukim para santri luar, sehingga dari tahun ke tahun berdirilah beberapa bangunan disekitarnya. Baca Juga: Pentingnya Digitalisasi bagi Pesantren Pada akhir tahun 2001 atau tepatnya pada hari kamis tanggal 05 syawal 1422 H / 20 desember 2001 M, Syaikhina mendapatkan risalah dari Guru Beliau di Makkah Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alawi yang isinya sebuah perintah untuk merubah nama Pondok tersebut dengan nama yang telah di istikhorohkan  dengan nama “ Pondok Pesantren Putra Putri dan Majlis Ta’lim (PPM) Daruttauhid Al-Hasaniyyah atau Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Tuban”. Sebagai Pesantren pengembangan, PPM daruttauhid Al-Hasaniyyah atau Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Tuban menerapkan kurikulum yang boleh dikatakan memiliki perbedaan dengan kurikulum umumnya pesantren Indonesia. Jika fiqih dan tasawuf disana menempati posisi mayoritas, maka di pesantren ini Fiqih , Tafsir, dan Hadits yang mendominasi. Fasilitas 1. Asrama Pesantren dengan Pengelompokan masing-masing jenjang 2. Gedung Pembelajaran pada setiap Entitas pendidikan        3. Laboratorium Bahasa dan Multimedia        4. Laboratorium Komputer         5. laboratorium Keterampilan konveksi      6. Ruang Perpustakaan         7. Mushola dan Majlis Ta’lim         8. Koperasi         9. Kantin El-Muna Ekstrakurikuler 1. Keterampilan Bahasa Arab         5. Perkebunan      2. Ketrampilan Bahasa Inggris      6. Seni Hadroh dan Gambus  3. Keterampilan Komputer              7. Organisasi Santri dan Siswa    4. Pelatihan Wirausaha                 8. Pramuka Sumber: laduni.id  Ingin Mencoba Aplikasi Keuangan Pesantren? Coba demo GRATIS di demo.epesantren.co.id

Ir Sholah Pendiri Univ Pertama di Tahfana

Ir Sholah Pendiri Univ Pertama di Tahfana

Ir Sholah Althiyah adalah seorang pemuda dari kota kecil yang bernama Tafahna Al Asyrof. Namun atas perjuangan seseorang bernama Sholah Athiyah kota ini menjadi salah satu kota terkenal di Mesir.  Beliau belajar di salah satu universitas di Mesir jurusan pertanian. dia dan sembilan rekannya sepakat untuk memulai bisnis unggas dan perkebunan.Mereka mengumpulkan uang sebagai modal masing-masing dengan menjual apapun yang mereka miliki. Termasuk uang hasil penjualan perhiasan istri istri. Dan akhirnya uang sedikit demi sedikit berhasil mereka kumpulkan. Kemudian mereka berpikir, bagaimana jika ada tambahan partner untuk memperkuat bisnis mereka. Yaitu pasangan 10. Jadi mereka mencari ‘mitra kesepuluh’. Tapi siapa pasangan ke-10? Kemudian Ir. Sholah Athiyah mengusulkan satu nama sebagai pasangan kesepuluhnya, yaitu Allah SWT. Dan Allah akan menerima 10% dari keuntungan bisnis mereka. Dengan perjanjian Allah yang akan memberikan perlindungan, pemeliharaan & perawatan dari segala wabah penyakit. Baca Juga: Keuangan Pesantren Digital Permudah Tugas Bendahara Pesantren Kemudian dibuatlah surat perjanjian dibawah Notaris lengkap dengan segala klausulnya. Termasuk mengikutsertakan Allah sebagai sekutu kesepuluhnya. Tak disangka di tahun pertama usahanya langsung melejit. Kemudian mereka sepakat lagi untuk meningkatkan persentase keuntungan kepada mitra kesepuluh sebesar 20% pada tahun berikutnya. Hingga akhirnya pada tahun berikutnya menembus hingga 50%. Selanjutnya, Ir Sholah Athiyah dan kawan-kawan mengajukan izin mendirikan universitas di kota ini. Namun, ditolak dengan alasan tidak adanya sarana prasarana pendukung bagi para siswa. Akhirnya, mereka mengusulkan pembangunan universitas lengkap dengan jalur kereta api, kereta api dan stasiun dengan biaya sendiri. Dan ini akhirnya disetujui.Akhirnya, untuk pertama kalinya, universitas pertama di kota kecil ini didirikan. Selanjutnya didirikan universitas-universitas berikut ditambah asrama untuk mahasiswi yang berjumlah lebih dari seribu kamar. Kemudian Baitul Maal kedua dibangun dan alhasil kemiskinan di kota ini hilang. Setiap panen, seluruh kota diberikan sayuran gratis. Dan juga diadakan pelatihan bagi pemuda pengangguran untuk menjadi petani tangguh. Dan bisa mendapatkan hasil yang diekspor ke negara tetangga.Dan pada puncaknya, Ir Sholah menyerahkan 100% keuntungan usahanya kepada Allah SWT sebagai partner ke-10. Dan dia berubah menjadi “karyawan” untuk pasangannya yang ke-10. Dan dia juga mau menerima gajinya dengan syarat Tuhannya, sehingga dia diberi keyakinan bahwa dia hanya membutuhkan dan meminta kepada-Nya saja. Di akhir hidupnya ia dibaringkan oleh jutaan orang Mesir. Sumber: sibernas.com Ingin Mencoba Aplikasi Keuangan Pesantren? Coba demo GRATIS di demo.epesantren.co.id

Pondok Pesantren Modern Al Rifaie 2 Malang

Pondok Pesantren Modern Al Rifaie 2 Malang

Pondok Modern Al Rifaie adalah salah satu pondok pesantren modern di Malang yang mengemas pendidikan dengan sistem formal dan diniyah yang dikelola oleh profesional muda yang kompeten dibidangnya dan didukung oleh sarana prasarana belajar yang representatif dengan lingkungan yang asri, sejuk, kondusif serta aman.  Berangkat dari pemikiran tersebut maka Pendidikan Pondok Modern Al Rifaie 2 Malang tampil dengan nuansa baru yang lebih realistis dan rasional dengan program yang terukur dan terencana antara lain: Untuk merealisasikan program di atas Pondok Modern Al Rifaie 2 Malang mengemas pendidikan dengan sistem merger/mix (formal dan diniyah) yang dikelola oleh profesional muda yang kompeten dibidangnya dan didukung oleh sarana prasarana belajar yang representatif dengan lingkungan yang asri, sejuk, kondusif serta aman (security 24 jam) dan letak geografis yang strategis karena terletak diantara dua kecamatan Bululawang dan Gondanglegi dan dekat dengan pusat kota. Pengasuh Baca Juga: Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Tuban PENDIDIKAN Formal Non Formal 1. Madrasah Diniyah2. Tahfidzil Qur’an3. Takhassus Pendalaman  Kitab Kuning EKSTRAKURIKULER FASILITAS ALAMAT Jl. Raya Ketawang No. 2 Gondanglegi 65174 Kab. Malang Kode Pos :  40552 Sumber: laduni.id ============================================================================== Ingin Mencoba Sistem Manajemen Pesantren? Coba demo GRATIS di demo.epesantren.co.id atau Hubungi Admin Kami +62 857-0130-3000

Biografi Gus Dur

Biografi Gus Dur

Abdurrahman Wahid atau yang biasa dikenal sebagai Gus Dur, merupakan cendekiawan, reformis, politikus asal Indonesia, pemimpin agama islam di Indonesia sekaligus menjabat sebagai Presiden RI yang ke 4. Beliau ini lahir di Jombang, Jawa Timur pada 7 September. Beliau lahir dari pasangan Wahid Hasyid dan Solichah. Ia adalah anak tertua dari lima bersaudara, dan lahir dari keluarga yang sangat terpandang di komunitas muslim Jawa Timur. Kakek dari pihak ayah, Hasyim Asy’ari adalah pendiri Nahdlatul Ulama (NU) sedangkan kakek dari pihak ibu, Bisri Syansuri adalah pendidik muslim pertama yang memperkenalkan kelas untuk perempuan.  Setelah proklamasi kemerdekaan Gusdur kembali ke Jombang. Akhir perang tahun 1949,  pindah ke Jakarta karena ayahnya diangkat menjadi menteri agama. Pada tahun 1954, Wahid mulai sekolah menengah pertama, namun ia gagal lulus dan ibunya memindahkan nya ke Yogyakarta. Tahun 1957 ia lulus dan melanjutkan ke sekolah muslim di pesantren Tegalrejo. Dan pada tahun 1959 beliau pindah ke pondok pesantren Tambakberas di Jombang. Sejatinya karena latar belakang nya yang bersangkutan dengan NU, maka beliau tak akan luput dari tugas kepemimpinan NU. Hal ini bertentangan dengan cita-cita nya untuk menjadi intelektual publik dan dia sudah dua kali menolak tawaran untuk bergabung dengan Dewan Penasihat Agama NU. Menjelang Pemilihan Legislatif 1982, Gus Dur berkampanye untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sebuah Partai Islam yang dibentuk sebagai hasil penggabungan empat partai Islam termasuk NU. Baca Juga: Masalah yang Sering Dihadapi saat Manajemen Data Pada 2 Mei 1982, sekelompok petinggi NU bertemu dengan Ketua NU Idham Chalid dan meminta pengunduran dirinya.  Pada tanggal 6 Mei 1982, Wahid mendengar tentang keputusan Idham untuk mengundurkan diri dan mendekatinya dengan mengatakan bahwa tuntutan yang dibuat agar dia mengundurkan diri tidak konstitusional.  Dari Juni 1983 hingga Oktober 1983, Gus Dur menjadi bagian dari tim yang ditugaskan untuk mempersiapkan tanggapan NU terhadap masalah ini Pada tahun 1991, Wahid membalas ICMI dengan membentuk Forum Demokrasi, organisasi yang beranggotakan 45 intelektual dari berbagai komunitas agama dan sosial. Organisasi tersebut dianggap sebagai ancaman oleh pemerintah yang bergerak untuk membubarkan rapat-rapat Forum Demokrasi menjelang Pemilu Legislatif  1992. Pada  Maret 1992, Gus Dur berencana mengadakan Musyawarah Besar untuk merayakan ulang tahun ke-66 berdirinya NU dan menegaskan kembali dukungan organisasi tersebut terhadap Pancasila Mendekati Musyawarah Nasional 1994, Gus Dur mencalonkan dirinya untuk masa jabatan ketiga sebagai ketua. Wahid berpesan agar Megawati berhati-hati dan menghindari pencalonan sebagai presiden pada Sidang Umum MPR 1998. Megawati mengabaikan nasihat Wahid dan membayar harganya pada Juli 1996 ketika markas besar PDI-nya diambil alih oleh pendukung ketua PDI yang didukung pemerintah, Suryadi.  November 1996, Wahid dan Soeharto bertemu untuk pertama kalinya sejak Wahid terpilih kembali menjadi ketua NU Pada 19 Mei 1998, Gus Dur bersama delapan tokoh masyarakat Islam dipanggil ke kediaman Soeharto. Suharto menggaris bawahi gagasan tentang Komite Reformasi yang mulai diusulkan saat itu Beliau wafat pada tanggal 30 Desember 2009, di Jakarta. Beliau menjabat sebagai presiden pada  20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001. Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Abdurrahman_Wahid Ingin Mencoba Sistem Manajemen Pesantren? Coba demo GRATIS di demo.epesantren.co.id

Zaid bin Tsabit Penulis Wahyu dan Surat Rasulullah

Zaid bin Tsabit Penulis Wahyu dan Surat Rasulullah

Zaid bin Tsabit: Penulis Wahyu dan Surat Rasulullah Zaid terkenal sebagai anak Madinah yang memiliki sifat pemberani dan bersemangat. Saat Perang Uhud terjadi, Zaid dan teman-temannya menemui Rasulullah agar diikutkan dalam peperangan. Akan tetapi, Rasulullah menolaknya karena umur mereka yang masih kecil. Zaid kecil yang pemberani dan bersemangat tumbuh menjadi pria cerdas. Karena kecerdasannya, Rasulullah meminta Zaid untuk mempelajari bahasa Yahudi dan bahasa Syria. Perintah tersebut disanggupi oleh Zaid, hingga ia mahir dan fasih secara lisan maupun tulisan dalam waktu singkat. Sejak saat itulah Zaid berperan sebagai penerjemah dan menulis surat balasan untuk Rasulullah ketika beliau hendak mengirim surat atau menerima surat dari para Kaisar. Berkat kecerdasan dan keterampilan yang dimiliki Zaid, ia dipercaya Rasulullah untuk mengemban tugas yang lebih berat sebagai penulis wahyu. Zaid bin Tsabit pun dikenal sebagai juru tulis Al-Qur’an di masa Rasulullah. Temukan konten dan info menarik lainnya di ePesantren.co.id 😊 Ingin Mencoba Sistem Administrasi Pesantren? Coba demo GRATIS di demo.epesantren.co.id

Kisah Uwais Al-Qarni

Kisah Uwais Al-Qarni Pemuda Miskin yang Diistimewakan Rasullah SAW

Kisah Uwais Al-Qarni, Pemuda Miskin yang Diistimewakan Rasulullah SAW. Uwais Al-Qarni merupakan seorang pemuda yang tidak terkenal, miskin, dan memiliki penyakit kulit. Tak ada orang yang mengenalnya bahkan namanya pun tak pernah dikenal. Namun ia merupakan pemuda yang pernah disebut oleh Rasulullah SAW sebagai pemuda yang sangat dicintai oleh Allah dan terkenal di langit. Sebab kecintaan Allah kepadanya yaitu dikarenakan ia patuh dan menghormati ibunya yang sakit lumpuh. Sejak Kecil ia selalu taat dan hormat kepada ibunya. Ketika sang ibu telah tua dan lumpuh, baktinya kepada sang ibu semakin bertambah. Nabi SAW verpesan kepada Sahabat Umar dan Ali “Kelak akan datang pemuda bernama Uwais. Siapa diantara kalian bertemu dia, maka mintalah padanya untuk memintakan ampun kepada Allah.” Demikianlah ganjaran berbakti kepada Ibu, Rasulullah SAW bersabda “Mereka adalah(yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu.” (HR.Ibnu Majah) Ingin Mencoba Aplikasi Keuangan Pesantren? Coba demo GRATIS di demo.epesantren.co.id #ePesantren #Indoweb #AplikasiPesantren #AplikasiPondokPesantren #SoftwarePesantren #SistemInformasiPesantren #Pondok #Pesantren #PondokPesantren #PesantrenStory #Pesantrenku #Ponpes #AyoMondok #Santri #Santrikeren #SantriIndonesia #Santriwati #AlaSantri #Islam #Muslim #NU #NahdlatulUlama #Muhammadiyah #Ulama #Ustadz #Dakwah #ngaji

Kisah Mahfudz Mendirikan Indoweb Jasa Pembuatan Aplikasi Berbasis Dekstop

Kisah Mahfudz Mendirikan Indoweb Jasa Pembuatan Aplikasi Berbasis Dekstop

Mahfudz Syarif merupakan pengusaha yang bergelut di dunia IT. Dia merupakan pemilik Indoweb.id, jasa pembuatan aplikasi berbasis dekstop (offline), sejak tahun 2015. Pada awal pendiriannya, Indoweb masih memiliki pasar yang sedikit karena hampir semua segmen yang ditawarkan Indoweb dianggap belum dibutuhkan oleh customer. Namun selama 3 tahun ini, Indoweb mengalami perkembangan pesat. Sebagai perusahaan IT professional, Indoweb telah menghasilkan banyak website, toko online, hingga software development yang menghasilkan berbagai produk digital. “Seiring dengan kebutuhan di era 4.0 sangatlah cepat perubahan. Apalagi di masa pandemi, kesadaran customer akan aplikasi berbasis cloud meningkat. Sehingga kebutuhan aplikasi yang ditawarkan Indoweb pun semakin banyak diminati,” ujarnya. Berbagai produk yang telah dihasilkan Indoweb diantaranya adalah aplikasi online seperti ePos.co.id, laziswaf eLazis.com, klinik eKlinik.co, PPDBSekolah.com, AdminSekolah.net, ePesantren.co.id, SimEpk.com, eSiakad.com, TazkiaMedia.com, epanti.com, dan beberapa layanan digital lain yang berbasis Cloud. “ePesantren.co.id menjadi salah satu aplikasi pesantren terbaik se-Indonesia, dengan ribuan pesantren telah memakainya,” ujarnya bangga. Kini, Indoweb telah berhasil membukukan beberapa capaian. Mulai dari omset hingga penambahan jumlah karyawan. “Pada awal tahun berdiri produknya hanya 1 aplikasi dengan 2 karyawan. Seiring dengan berjalannya waktu, sekarang sudah ada 12 produk yang dipakai oleh pelanggan dengan melayani beragam kebutuhan digital,” ujarnya. Tak hanya itu, Indoweb juga menjadi rujukan magang bagi siswa SMK atau mahasiswa. “Divisi lain yang tumbuh pesat adalah magang. Magang-PKL bagi sekolah SMK dan kampus bukan hanya dari Kediri saja, tetapi juga datang dari Trenggalek, Tulunggagung, Blitar, Nganjuk, Jombang, serta kota lainnya,” ujarnya. Dalam merintis bisnis, dia banyak mengalami suka dan duka. Dia pernah mengalami titik jatuh yang akhirnya membuatnya bergabung dengan komunitas Tangan Di Atas (TDA). “Dari proses perjalanan, Indoweb tidak berkembang sendirian. Tetapi bersama komunitas TDA, Indoweb dapat tumbuh berkembang,” ujarnya. “TDA merupakan sebuah komunitas yang memiliki perjalanan cukup panjang, untuk sebuah misi mulia menebar rahmat dengan tumbuh bersama di sebuah rumah komunitas Tangan Di Atas,” imbuhnya. Mahfud menambahkan, komunitas TDA sangatlah efektif. Sebab, sekumpulan wirausahawan Kediri berkumpul menyatukan visi, membentuk komunitas, dengan visi menciptakan pengusaha sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban.