Puasa Ayyamul Bidh: Panduan Lengkap dan Tata Cara
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tiga hari tengah bulan Islam (13, 14, dan 15). Meskipun tidak ada niat khusus yang disebutkan dalam hadis untuk puasa Ayyamul Bidh, umumnya niat puasa sunnah dianggap mencukupi. Cara niat dan tata cara puasa sebagai berikut: Niat puasa Ayyamul Bidh di bulan Rabiul Akhir dapat dilakukan pada malam sebelum tidur atau pada pagi hari sebelum terbit fajar. Niat Puasa Ayyamul Bidh Niatnya adalah sebagai berikut: ููููููุชู ุตูููู ู ุฃููููุงู ู ุงููุจููุถู ุณููููุฉู ููููููู ุชูุนูุงููู Nawaitu shauma ayyรขmil bidh sunnatan lillรขhi taโรขlรข. Artinya: โSaya niat puasa Ayyamul Bidh sunnah karena Allah taโรขlรข.โ Baca Juga: Eksistensi Pesantren Semakin Kuat Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriyah, sebagai berikut: 1. Berniat puasa sebelum terbit fajar. 2. Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri, dari terbit fajar hingga terbenam matahari. 3. Mengerjakan shalat fardhu dan shalat sunnah. 4. ย ย ย Memperbanyak membaca Al-Qurโan dan berzikir. Dalil tentang Puasa Ayyamul Bidh Kita, umat Islam โ kata para ulama โ disunnahkan berpuasa dalam sebulan tiga kali. Dan, kata para ulama, yang lebih utama adalah dilakukan puasa itu pada ayyรขmul bidh, yaitu pada hari ke-13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah (Qamariyah). Puasa itu disebut shiyรขm ayyamil bidh (puasa hari-hari putih), karena pada malam-malam tersebut bulan purnama tengah bercahaya dengan cahaya (rembulan) yang putih. Bahkan, kata โAbdullah bin โAmr bin Al-โAsh, Rasulullah shallallahuโalaihi wa sallam pernah bersabda, โPuasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.โ (Hadits Riwayat. Al-Bukhari, Shahรฎh al-Bukhรขriy, juz III, hal. 53, hadits no. 1979) Apabila seseorang berpuasa, tetapi tidak dilaksanakan pada hari-hari tersebut akan tetapi dilakukan di awal, tengah (yang bukan tanggal-tanggal tersebut) atau akhir bulan maka ini tidak bisa digolongkan ke dalam shiyรขm ayyรขmil bidh, tetapi itu tetap bisa digolongkan ke dalam puasa 3 hari setiap bulan, sebagaimana hadits yang berasal dari โAisyah radhiyallรขhu โanhรข, ketika menjawab pertanyaan dari seorang perempuan yang bernama Muโadzah, berikut ini:ย Baca Juga: Pondok Pesantren Terbaik di Jawa Timur โApakah Rasulullah shallallรขhu โalaihi wa sallam senantiasa berpuasa tiga hari setiap bulannya?โ โAisyah menjawab, โIya.โ Aku (Muโadzah) pun lalu bertanya lagi: โPada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?โ โAisyah menjawab, 3 โBeliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau, pen).โ (Hadits Riwayat At-Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi, juz III, hal. 135, hadits no. 763) Keutamaan Puasa Ayamul Bidh Puasa ini memiliki keutamaan (fadhilah) seperti puasa sepanjang tahun bagi yang dapat melaksanakannya selama tiga hari. Sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Dzar ra menjadi dalil atasnya. Disebutkannya, Nabi Muhammad saw bersabda: โSiapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang membenarkan hal tersebut. โSiapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnyaโ [QS al-Anโam: 160]. “Satu hari sama dengan 10 hari.โ (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi. Ia berkata: โHadits ini hasan.โ Ibnu Majah juga menilainya sebagai hadits shahih dari jalur riwayat Abu Hurairah ra). (Iโรขnatut Thรขlibรฎn Juz II) ============================================================================================================= Ingin Kelola Manajemen Pesantren secara Digital? Coba aplikasiย manajemen pesantren secara GRATIS diย demo.epesantren.co.id Atau Hubungi admin kami di +62 857-0130-3000









