Amalan Hari Jum’at Terakhir di Bulan Rajab, Melimpahnya Rezeki

Amalan Hari Jum’at Terakhir di Bulan Rajab, Melimpahnya Rezeki

Amalan baik di hari Jumat terutama di bulan Rajab ini memiliki keistimewaan dan keberkahan tersendiri dalam islam. Meskipun tidak ada amalan khusus yang diwajibkan pada hari tersebut, beberapa amalan dianjurkan untuk dilakukan sebagau bentuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.  Anjuran untuk beramal pada bulan Rajab mengacu pada firman Allah SWT dalam surah At Taubah ayat 36. Allah SWT berfirman Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa hari Jumat dianggap sebagai waktu yang sangat berharga. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, dalam karyanya “Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibad,” menyatakan bahwa hari Jumat dianggap sebagai tambahan kebahagiaan bagi mereka yang telah mencapai surga dan sebagai hari perayaan bagi mereka yang masih berada di dunia. Hari Jum’at bagi orang islam dianggap istimewa dan perbanyak amalan baik terutama pada bulan Rajab ini. Perihal hari Jumat sebagai hari raya ini mengacu pada sabda Rasulullah SAW, “Sungguh hari Jumat itu merupakan hari raya bagi kalian, karena itu janganlah kalian berpuasa. Kecuali apabila kalian juga berpuasa pada hari sebelumnya dan hari sesudahnya.” (HR Al-Bazzar) Amalan-amlan Jum’at terakhir di bulan Rajab ini sangat baik untuk diamalkan. Beberapa amalan yang disarankan antara lain: Membaca Al-Qur’an Menghabiskan waktu untuk membaca Al-Qur’an pada malam Jum’at terakhir di bulan Rajab adalah amalan yang baik. Pilihlah ayat-ayat yang membawa hikmah dan pelajaran, serta renungkan maknanya. Dzikir dan Doa Melakukan dzikir dan berdoa secara khusyuk merupakan amalan yang dianjurkan. Anda dapat berdzikir, memuji Allah, serta memohon ampunan dan keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan seluruh umat Muslim. Taubat dan Istighfar Jum’at terakhir di bulan Rajab adalah momen yang baik untuk bertaubat dan memperbanyak istighfar. Merenungkan dosa-dosa yang telah dilakukan, bertaubat, dan berjanji untuk memperbaiki diri adalah bagian dari persiapan menyambut bulan Ramadan. Baca juga: Puasa Ayyamul Bidh: Panduan Lengkap dan Tata Cara Infaq dan Sedekah Memperbanyak amalan kebajikan seperti infaq dan sedekah pada hari Jum’at terakhir di bulan Rajab juga dianjurkan. Berikan bantuan kepada yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial. Menyucikan Diri Menjaga kebersihan dan menyucikan diri, baik secara fisik maupun spiritual, merupakan amalan yang dianjurkan. Mandi, memakai pakaian bersih, dan merawat kebersihan tubuh dapat meningkatkan kesucian hati. Amalan ini sudah patutnya dilakukan ketika hari Jum’at karena satu hadist menyebutkan “Bersuci merupakan sebagian dari Iman” (HR. Muslim: 328). Beristighfar Bersama Umat Muslim Lainnya Mengadakan majelis istighfar bersama dengan keluarga atau komunitas Muslim lainnya juga bisa menjadi amalan yang baik pada Jum’at terakhir di bulan Rajab. Dari berbagai amalan yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat satu amalan yang memiliki kekhususan tersendiri dan sangat penting untuk dilakukan. Amalan ini hanya dapat dilakukan pada satu momen khusus dalam bulan Rajab, yaitu pada Jumat terakhir bulan tersebut. Sebagian orang meyakinik bahwa amalan ini sebagai langkah yang dapat membantu agar kekayaan yang dimiliki tidak cepat habis. Amalan ini juga telah diberikan izin oleh habaib dan kiai, termasuk Sulthanul Ulama dari Yaman, yaitu al-Mukarram al-Syekh al-Habib Salim bin Abdullah al-Syathiri. Baru-baru ini, amalan tersebut juga disampaikan oleh Gus Iqdam dalam salah satu ceramahnya. Rinciannya sebagai berikut: Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh Artinya, “Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah.” Amalan ini dilakukan dengan membaca sebanyak 35 kali saat khatib menyampaikan khutbah kedua ketika sholat Jum’at. Salah satu keutamaannya adalah agar sepanjang tahun, uang yang kita miliki tidak habis untuk memenuhi segala kebutuhan. Amalan ini telah diuji oleh banyak orang dan terbukti berhasil. Bulan Rajab memberikan kesempatan yang luar biasa bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain melalui berbagai amalan yang telah dibahas sebelumnya, hal yang tak kalah penting adalah menjauhi perlakuan yang merugikan diri sendiri selama bulan Rajab. Bulan Rajab termasuk dalam empat bulan yang sangat dihormati (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab). Oleh karena itu, keagungan bulan tersebut perlu dijaga, agar tidak tercemar oleh tindakan-tindakan yang tidak terpuji. Penting untuk diingat bahwa amalan-amalan tersebut bukanlah kewajiban, tetapi lebih kepada anjuran dan anugerah dalam meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah. Selain itu, menjaga konsistensi dalam melakukan amalan-amalan baik juga merupakan langkah penting dalam memperbaiki diri sepanjang tahun. ============================================================================================================= Ingin Kelola Manajemen Pesantren secara Digital? Coba aplikasi manajemen pesantren secara GRATIS di  demo.epesantren.co.id Atau Hubungi admin kami di +62 857-0130-3000