fbpx

Saring Sebelum Sharing

shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
Saring Sebelum Sharing

Peribahasa Mulutmu harimaumu kini beralih menjadi jempolmu harimaumu. karna dengan era digital seperti sekarang segala informasi entah Fakta maupun hoax bisa tersebar hanya dengan sekali klik publish/share. Padahal bisa jadi bahaya bagi kita atau orang lain jika kita menceritakan setiap apa yang kita dengar. Karena tidak semua informasi yang kita terima benar adanya. Maka perlu Tabayyun sebelum menyebarkan suatu berita, apalagi berita di sosmed atau internet

Hafsh bin ‘Ashim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Cukup seseorang dikatakan dusta, jika ia menceritakan segala apa yang ia dengar.” (HR. Muslim no. 5).

Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim ketika menjelaskan hadits di atas menyatakan, “Seseorang bisa dikatakan berdusta, karena berita yang didengar bisa jadi ditambah-tambah.” Adapun makna hadits dan atsar yang ada dalam bab ini berisi peringatan membicara kan setiap apa yang didengar oleh manusia. Karena yang didengar bisa jadi benar, bisa jadi dusta. Itulah kebiasaan yang terjadi di tengah-tengah kita. Jika seseorang menceritakan setiap apa yang ia dengar, maka ia telah berdusta karena memberitakan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi.

Menurut pendapat yang paling tepat, dusta itu adalah memberitakan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Dalam hal ini tidak dipersyaratkan kesengajaan. Namun kalau dengan sengaja, maka itu syarat orang tersebut dikenai dosa. Wallahualam bishawab.

Alangkah baiknya jika kita lebih bijak dalam menyebarkan informasi. Penyebaran informasi juga sangat penting bagi lembaga pendidikan seperti pesantren. Banyak cara penyebaran informasi seperti melalui medsos, website atau aplikasi pendukung lain seperti ePesantren yang dapat menjadi penjembatan antara Pesantren dengan Walisantri

Source : rumaysho.com

Tim CS kami ada di sini siap untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!